Cara mengembangkan motorik halus dengan menjahit

img-20150405-wa0008.jpg

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode.

Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok. Benda-benda lain yang dijahit misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku.

Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang terlepas, menisik pakaian, atau memasang kancing yang terlepas. Sebagai seni kriya, orang menjahit untuk membuat saputangan, serbet, bordir, hingga boneka isi dan kerajinan perca.

Cara mengembangkan motorik halus dengan mengunting

69a.jpg

Kegiatan menggunting merupakan kelanjutan dari tahap kegiatan meremas dan merobek kertas pada anak PAUD. Kegiatan menggunting dimaksudkan untuk melatih kemampuan motorik halus anak khusunya untuk melatih jari-jari anak melalui kegiatan menggunting dengan media gunting dan kertas dengan berbagai pola sesuai tahap perkembangan anak.
Anak perlu mengunting karena
a. Menggunting merupakan kegiatan yang sangat disukai anak
b.berguna untuk mengembangkan sensori motor
c.berguna untuk mengembangkan kekuatan otot tangan

d.berguna untuk mengembangkan kekuatan jari tangan


Tujuan mengunting adalah untuk mempersiapkan anak usia dini menuju pendidikan tahap selanjutnya khususnya kemampuan untuk menulis karena dalam menulis dibutuhkan kekuatan otot-otot jari-jari dan koordinasi mata dengan tangan yang dapat dilatih melalui mengunting.

Sebelum anak memasuki tahapan pengalaman menggunting, anak harus diberikan kegiatan-kegiatan awal yang difasilitasi orang tua atau pendidik, yaitu :
1. Kegiatan anak memungut benda-benda kecil
2. Kegiatan meremas
3. Kegiatan merobek dengan sepenuh tangan
4. Kegiatan merobek dengan jari.

Untuk kegiatan menggunting ini ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pendidik atau orang tua di rumah yaitu :

1. Menyiapkan gunting
Untuk anak berilah gunting yang bagian depannya tumpul agar tidak membahayakan bagi anak.

2. Menyiapkan kertas yang akan digunting anak dengan persiapan kertas sebagai berikut :

  • Kertas polos (tidak diberi pola)
  • Kertas dengan pola garis sejajar penuh
  • Kertas dengan pola garis sejajar patah-patah
  • Kertas dengan garis zig zag
  • Kertas dengan pola garis lengkung
  • Kertas dengan pola lingkaran
  • Kertas dengan pola kompleks dengan bentuk-bentuk tertentu

Pola-pola kertas tersebut di atas disediakan untuk memfasilitasi tahap perkembangan menggunting anak yang berbeda-beda

3. Menyiapkan amplop
Amplop disiapkan untuk mendokumentasikan hasilguntingan anak, satu amplop untuk satu anak.

Pengertian motorik halus

Gerakan motorik halus mempunyai peranan yang penting dalam pengembangan seni. Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil. Oleh karena itu gerakan motorik halus tidak terlalu membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta ketelitian.

Keterampilan motorik halus mulai berkembang, setelah diawali dengan kegiatan yang amat sederhana seperti memegang pensil, memegang sendok, dan mengaduk. Keterampilan motorik halus lebih lama pencapainnya dari pada keterampilan motorik kasar karena keterampilan motorik halus membutuhkan kemampuan yang lebih sulit misalnya konsentrasi, kontrol, kehati-hatian dan koordinasi otot tubuh yang satu dengan yang lain. Seiring dengan pertambahan usia anak, kepandaian anak akan kemampuan motorik halus semakin berkembang dan maju pesat.

Perkembangan motorik halus juga memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu menurut Hurlock (Depdiknas, 2007 : 10) dalam buku pedoman pembelajaran seni yang mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik bagi konstelasi perkembangan individu, yaitu :

Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar bola atau memainkan mainan yang lainnya.
Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang bebas dan tidak bergantung. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi seperti ini akan menunjang perkembangan percaya diri anak.

Melalui keterampilan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia pra sekolah atau usiadinianak sudah dapat dilatih menggambar, melukis, berbaris, dan persiapan menulis.

 

Kasih sayang

 

images

 

Kasih sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda.
Kasih Sayang dalam Keluarga
Keluarga adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya yang berbeda. Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara anggota keluarganya yang diikat dengan berbagai sistem nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
Kasih sayang adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan , dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang mempunyai sikap yang berlawanan.
Seorang anak merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan keluarganya. Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan keluarganya pada umumnya akan merasa bahagia dan aman.
Setiap anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa ia ingin diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya
Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas dan memiliki teman bergaul. – See more at: http://ilfen.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-kasih-sayang.html#sthash.qtPEdjhZ.dpuf

Melempar

images

  1. buang jauh-jauh;
    batu sembunyi tangan, pb berbuat kurang baik kpd orang, lalu berpura-pura tidak tahu;
    cakram olahraga melempar cakram; — lembing olahraga melempar lembing; — martil lontar martil; — peluru tolak peluru; — tangan ki menyerahkan tanggung jawab kpd orang lain sehingga yg bersangkutan seolah-olah bebas dr tanggung jawab: insiden yg telah mencuat menjadi isu nasional itu, kini menimbulkan kesan adanya saling — tangan di antara para pejabat pemerintah;
    ber·lem·par-lem·par·an v saling melempar;
    me·lem·par v 1 membuang jauh-jauh; 2 melontari (dgn): anak itu ~ rumah dng batu;
    me·lem·par·kan v 1 membuang jauh-jauh; melontarkan; melantingkan: ia ~ buah itu ke tengah kolam; 2 melepaskan (tuduhan, kritik, dsb): ia pernah ~ kritik thd tindakan pengurus; ia selalu ~ tuduhan yg bukan-bukan;
    lem·par·an n hasil melempar: genting rumah itu banyak pecah karena ~ anak-anak;
    pe·lem·par n 1 orang yg melempar: siapa ~ nya hingga kaca-kaca jendela rumah ini pecah semua; 2 alat untuk melempar: batu ~ anjing; 3 alat untuk melemparkan: pesawat ~ bom; 4 orang yg ikut dl olahraga lempar-melempar (spt melempar lembing, melempar cakram);
    se·pe·lem·par n sejauh orang melempar (tt jarak);
    lem·par-lem·par·an v berlempar-lemparan

Bercerita

mendidik-anak-dengan-cerita

Bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau sesuatu kejadian dan disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain (Bacrtiar S Bachir:2005:10).
Sedangkan menurut M.Nur Mustakim (2005: 20), bercerita adalah upaya untuk mengembangakan potensi kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkannya kembali dengan tujuan melatih ketrampilan anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan.
Dengan kata lain bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian secara lisan dalam upaya untuk mengembangkan potensi kemampuan berbahasa.

Tingkat Dongeng

????????????????????????????????????

Pada tingkatan ini dimulai pada anak usia 3-6 tahun. Pada anak dalam tingkatan ini konsep mengenai Tuhan lebih banyak dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Pada tingkatan ini anak menghayati konsep ketuhanan sesuai dengan tingkat perkembangan intelektualnya. Kehidupan pada masa ini masih banyak dipengaruhi kehidupan fantasi hingga dalam menanggapi agama pun anak masih menggunakan konsep fantastis yang diliputi oleh dongeng yang kurang masuk akal.

Tanya Jawab

  1. TANYA JAWAB 1.jpg

 

 

  1. Hakikat atau Pengertian Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudirman (1987:120) yang mengartikan  bahwa “metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.”

Lebih lanjut dijelaskan  pula oleh Sudirman (1987:119)  menyatakan bahwa metode tanya jawab ini dapat dijadikan sebagai pendorong dan pembuka jalan bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar) kepada berbagai sumber belajar seperti buku, majalah, surat kabar, kamus, ensiklopedia, laboratorium, video, masyarakat, alam, dan sebagainya.

Sementara itu, dalam Petunjuk Teknis Kurikulum 1994 (1996:26) dinyatakatan bahwa “metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar atau menyajikan materi melalui

pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.

Penggunaan metode ini dengan baik dan tepat,  akan dapat merangsang minat dan motivasi siswa dalam belajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode tanya jawab adalah:

  1. Materi menarik dan menantang serta memiliki nilai aplikasi tinggi.
  2. Pertanyaan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan  dengan banyak kemungkinan jawaban).
  3. Jawaban pertanyaan itu diperoleh dari penyempurnaan jawaban-jawaban siswa.
  4. Dilakukan dengan teknik bertanya yang baik. (Depdikbud, 1996:26).

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara pengajuan-pengajuan pertanyaan yang mengarahkan siswa untuk memahami materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Untuk menghindari penyimpangan dari pokok persoalan, penggunaan metode tanya jawab har

2.  Langkah-Langkah Penggunaan Metode Tanya Jawab

us memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
  2. Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
  3. Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
  4. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
  5. Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.