Meningkatkan Agama anak melalui bermain

Dunia bermain adalah dunia yang penuh warna dan menyenangkan. Para pelaku permainan akan merasa terhibur dan senang dengan melakukannya. Dari kata “bermain” saja sudah menunjukan bahwa kegiatan ini berdampak memberikan penyegaran pikiran dari berbagai aktifivitas yang menjenuhkan. Bagi anak-anak, bermain memiliki peranan yang sangat penting. Beberapa pakar psikologi berpendapat bahwa kegiatan bermain dapat menjadi sarana untuk perkembangan anak. Dengan melakukan permainan, anak-anak akan terlatih secara fisik. Dengan demikian kemampuan kognitif dan sosialnyapun akan berkembang. Singkatnya, permainan dimasa kecil akan mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa anak kelak. Suhendi (2001:8) yang  menjelaskan bahwa:

   Setiap diri manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa terdapat hasrat untuk bermain. Seperti halnya kebutuhan bersosialisasi dan berkelompok, bermain merupakan hasrat yang mendasar pada diri manusia…Anak-anak ingin bermain karena saat itulah mereka mendapatkan berbagai pengalaman lewat bermain melalui eksplorasi alam disekitarnya. Dari kegiatan tersebut, mereka dapat mengenal alam dan teman sepermainan dalam suasana yang menyenangkan. Sementara orang dewasa membutuhkan permainan sebagai sarana relaksasi dan menghibur diri.

Dari pernyataan diatas, kita mengakui bahwa melalui kegiatan bermain berbagai kompetensi bidang pengembangan  dapat diperoleh khusunya untuk anak usia dini Kompetensi tersebut merupakan dasar pengembangan potensi anak kelak dikemudian hari. Pemilihan permainan yang berupa game-game menarik dan kreatif sangat menentukan pencapaian kompetensi-kompetensi diatas. Guru sebagai kreator, pemimpin dan pembimbing permainan di lembaga PAUD/RA/TK harus jeli dan kreatif mengoptimalkan permainan di sekolah agar bidang pengembangan dan kecerdasan anak dapat dioptimalkan.

Diperlukan wawasan yang luas bagi guru untuk terus menggali kemampuannya dalam memilih permainan yang kreatif, inovatif, tepat sasaran, sarat makna dan harus tetap menyenangkan.  Inilah yang menjadi masalah besar bagi guru-guru. Kurangnya informasi tambahan pengetahuan baik secara teori maupun praktek, terbatasnya kompetensi yang dimiliki guru sebagai akibat dari latar belakang pendidikan yang dimiliki guru merupakan penyebab kurangnya kreatifitas guru dalam mengajar dengan menggunakan metoda permainan.

Berdasarkan kenyataan diatas, maka penulis tertarik untuk mengkaji mengenai metoda pembelajaran melalui permainan di lembaga PAUD/RA/TK sebagai usaha untuk memaksimalkan tugas perkembangan anak usia dini. Manfaat yang diperoleh guru setelah memahami tentang metode permainan ini adalah guru dapat menerapkan strategi belajar baik di dalam maupun kegiatan di luar kelas disesuaikan dengan tujuan bidang perkembangan anak. Diharapkan guru dapat lebih semangat untuk menambah ilmu baik secara teori maupun praktek. Usaha tersebut dapat diperoleh dari berbagai kegiatan baik yang berupa seminar, workshop maupun diklat. Kajian ini diberi judul metoda permainan dalam pembelajaran anak usia dini . Istilah Anak Usia Dini pada kajian ini dibatasi pada usia sekolah awal (PAUD/RA/TK) atau usia 4-6 tahun. Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana metode permainan  dalam  pembelajaran Anak Usia Dini dilakukan?

KONSEP PERMAINAN UNTUK ANAK USIA DINI

  1. Pengertian

Pelaku permainan akan  mengalami dan merasakan manfaat secara langsung. Hal ini berbeda dengan kegiatan belajar diruang kelas yang lebih menonjolkan aspek kognitif. Meskipun demikian, kegiatan belajar yang efektif adalah dilakukan dengan belajar langsung, dimana siswa bisa merasakan dan mengalami langsung apa yang mereka pelajari. Kegiatan bermain dan belajar berbeda jika ditinjau secara akademis. Keterampilan akademis, seperti berhitung, menulis dan membaca biasa dikuasai dengan proses belajar di kelas. Meskipun demikian bukan berarti aktivitas bermain tidak berperan penting, keterampilan lain yang berhubungan dengan Basic Life Skill, seperti keterampilan berkomunikasi, bersosialisasi, bernegosiasi, dan bekerjasama dalam tim, bisa dipelajari dari proses bermain.

Dimata anak-anak, ada beberapa alasan kenapa permainan dibutuhkan sebagai media pembelajarnya. Menurut Sudono (2006: 20) beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut : (1) Anak-anak membutuhkan pengalaman yang kaya, bermakna, dan menarik, (2) Otak anak senang pada sesuatu yang baru dan hal hal baru yang menantang dan menarik, (3) Rangsangan otak sensori multimedia penting dalam pembelajaran. Makin   banyak yang terlibat (visual, audio, dan audio visual) dalam suatu aktivitas, makin besar pula kemungkinan siswa untuk belajar, (4) Anak umumnya senang bergerak, jadi jangan lupa memasukan gerak dalam pembelajaran, (5) Pengulangan adalah kunci belajar. Berikan kegiatan yang membuat siswa dapat mengulang pembelajaran tanpa rasa bosan dan jenuh, (6) Permainan (games) menyenangkan bagi anak. Keinginan untuk belajar dapat meningkat dengan adanya tantangan dan terhabat oleh ancaman yang disertai oleh rasa tidak mampu atau kelelahan

  1. Kompetensi yang dicapai melalui hasil permainan 

Permainan yang diselenggarakan dalam pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi khsusnya kompetensi yang erat kaitannya dengan perkembangan anak. Ralibi (2008: 23) mengemukakan tentang kompetensi dari hasil permainan adalah sebagai berikut: (1) Self Awareness, yaitu kemampuan menyadari emosi dan pikiran di dalam diri sendiri serta menyadari tindakan apa yang harus dilakukan atas emosi yang sedang disadarinya.(2) Self Direction, yaitu kemampuan menggunakan pilihan-pilihan dalam mengahdapi persoalan.(3) Self Management, Yaitu keampuan mengelola ataumengorganisasi persoalan atautugas secara mandiri.(4) Empathy, kemampuan menyadari emosi yang dirasakan oleh orang lain. (5) Assertive, yaitu kemampuan mengkondisikan  diri diantara perilaku submisif (cenderung mengikuti) dan agresif. (6) Followership, yaitu kemampuan memosisikan diri untuk dipimpin orang lain. (7) Craetive Thinking, yaitu kemampuan berpikir dengan car memadukan pengalaman pikiran dan tindakannya dalam menghadapi persoalan. (8) Team Work, yaitu kemampuan bekerjasama dalam sebuah tim. (9) Problem Solving, yaitu kemampuan memecahkan persoalan. (10) Oppeness, yaitu kemampuan membuka diri terhadap oranglain. (11) Team Spirit. yaitu kemampuan menghidupkan semangat secara kolektif. (12) Effective Comunication, yaitu kemampuan berinteraksi satu sama lain secara verbal maupun non verbal. (13) Self Communication, yaitu kemampuan beinteraksi satu sama lain baik secara verbal maupun nonverbal. (14) Self Motivation, yaitu kemampuan memacu motivasi di dalam diri

3.  Syarat pemilihan dan penggunaan alat dan bahan permainan

  Selain permainan yang dapat dilaksanakan tanpa bantuan alat, permainan juga dapat dilakukan dengan alat bantu alat permainan. Beberapa   aspek   yang   perlu   diperhatikan   dalam   memilih   bahan  dan   peralatan   belajar   dan   bermain   anak yaitu:

  1. Pilih alat atau bahan yang mengundang perhatian anak,   Alat    dan   bahan    dapat  memuaskan  kebutuhan     anak,   menarik minat   dan   menyentuh   perasaan   mereka   baik   dari   warna,   jenis,   bentuk, ukuran   atau   berat.   Jenis   dan   bentuk   alat   belajar   juga   akan   berpengaruh          terhadap   perkembangan   belajar   anak.  Oleh karena   itu   pilih   yang   bobotnya tidak    terlalu   berat   sehingga    anak    mudah     memindah-mindahkannya, kecuali memang peralatan tersebut dirancang khusus untuk tidak dipindah, digeser atau dibawa oleh anak.
  2. Pilih bahan yang mencerminkan karakteristik tingkat usia anak.   Dalam mencari alat permainan kita  harus mempelajari  perkembangan dan ciri-ciri belajar anak sebagaimana karakteristik anak.
  3. Pilih alat atau bahan yang memiliki unsur multiguna. Alat   dan  bahan   mainan  ini  dapat  memenuhi    bermacam-macam tujuan     pengembangan        atau   jika    memungkinkan  seluruh    aspek perkembangan   anak   dan   dapat   dipergunakan   secara   fleksibel   dan   serba guna. Misalnya ketika anak bermain dengan balok ia akan berfikir untuk membangun sesuatu dari balok (kognitif) membolak-balik/mengeksploras balok tersebut (motorik halus) membuat bangunan baru/aneh (kreatif) atau kerjasama dengan temannya untuk menyusun balok (sosial).
  4. Alat    permainan     sebaiknya    beraneka    macam      sehingga    anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainan.
  5. Pilih    bahan     yang    dapat    memperluas       kesempatan      anak    untuk  menggunakannya dengan bermacam cara. Tingkat kesulitan sebaiknya disesuaikan dengan rentang usia anak.
  6.   Peralatan mainan tidak terlalu rapuh
  7. Pilih bahan yang tidak membedakan jenis kelamin dan tidak meniru-niru. Sebaiknya alat   atau    bahan    yang     dipilih   tidak   dibedakan     berdasarkan jenis  kelamin. Pada    anak   usia  dini   perlu   diperkenalkan     berbagai peran dan hal.
  8. Pilih alat dan bahan yang sesuai dengan filsafat dan nafas pendidikan.  Alat   dan   bahan   ini   sering   disebut   dengan   APE   (Alat   Permainan     Edukatif)   untuk   mendapatkan  dapat  berkonsultasi   dengan   seorang   ahli baik  , ahli  mainan,  pendidik    anak   psikolog    atau   perawat    anak   yang  profesional.

4.   Penggolongan kegiatan bermain anak berdasarkan dimensi perkembangan

Penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan anak menurut Gordon dalam Moeslichatoen (2004:37) dibagi dalam 4 golongan yaitu: “ Bermain secara soliter, bermain secara parallel, bermain secara asosiatif, dan bermain secara kooperatif”. Bermain soliter artinya bermain sendiri tanpa teman. Bermain parallel artinya  kegiatan bermain yang dilakukan sekelompok anak dengan menggunakan alat permainan yang sama, tetapi masing-masing anak bermain sendiri. Bermain Asosiatif artinya anak bermain dalam permainan yang  sama tapi tidak ada peraturan. Sedangkan bermain kooperatif adalah Masing-masing anak memiliki peran tertentu guna mencapai tujuan bermain. Anak-anak dari kelompok usia akan menunjukan tahapan perkembangan bermain sosial yang berbeda-beda.

Penggolongan kegiatan bermain tersebut diatas dilakukan oleh anak-anak sesuai dengan perkembangan anak secara fitrah. Penggolongan tersebut merupakan tahapan-tahapan perkembangan bermain anak. Anak dapat bermain sendiri dengan bimbingan orang tua atau guru, permainan saling meniru dengan teman, bermain bersama dengan permainan yang mengandung unsur kompetisi. Perkembangan kecerdasan personal anak sangat dirasakan manfaatnya.

 Dalam proses permainan terdapat unsur aturan-aturan yang harus ditaati, mengerti orang lain, toleransi, kerjasama dan persahabatan. Oleh karena itu melalui permainan anak dapat dirangsang dan dilatih kecerdasan personalnya karena anak dapat berinteraksi sosial dan berempati.

5. Kegiatan bermain anak berdasarkan kegemaran

Kegiatan bermain berdasarkan pada kegemaran anak, dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Bermain bebas dan spontan
  2. Bermain Pura-pura, dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk:
    1. Minat pada personifikasi (bicara pada boneka atau benda-benda mati)
    2. Bermain dengan menggunakan peralatan (minum dengan menggunakan cangkir kosong, dll)
    3. Bermain pura-pura dalam situasi tertentu, misalnya situasi dalam keluarga, tempat praktek dokter,dan sebagainya)

         Pola bermain pura-pura merupakan permainan untuk mengembangkan imajinatif anak yang sangat unik, bahkan terkadang kurang difahami oleh orang dewasa. Oleh karena itu sebaiknya orang dewasa disekitarnya dapat lebih faham dan mengembangkan secara maksimal kemampuan anak dalam berimajinasi tersebut.

  1. Bermain dengan cara membangun dan menyusun. Bermain dalam bentuk seperti ini sangat baik untuk mengembangakan kreativitas anak Setiap anak akan menggunakan imajinasinya membentuk atau membangun sesuatu mengikuti daya khayalnya. Anak akan merasa bangga dan akan menunjukan kreasinya kepada teman atau gurunya. Membangun dan menyusun ini bukan hanya dengan menggunakan alat bantu (APE-Alat Permainan Edukatif)), akan tetapi bentuk gambar, lukisan (finger painting), meronce, dll, merupakan bentuk lain dari kreatitivitas anak dalam hal membentuk dan membangun.
  1. Bertanding atau berolah Raga

     Bermain dengan jenis permainan yang mengandung unsur game atau pertandingan, baik juga dilakukan di sekolah. Permainan yang bermakna pertandingan hendaknya dilakukan dengan aturan sederhana dan jelas, dan usahakan tempo permainan tidak terlalu panjang. Berbagai kegiatan bermain yang megandung unsur pertandingan misalnya:

  1. Belajar mendengar dan menguasai kosa kata
  2. Belajar mendengar dan mengapresiasi nada musik
  3. Permainan yang menuntut penguasaan anak dalam hal menjodohkan (kartu Kuartet, Domino,dll)
  4. Permainan yang menuntut penguasaan koordinasi motorik halus
  1. Bahan dan Alat permainan sesuai dengan  Perkembangan Anak
  1. Bahan dan peralatan bermain bagi pengembangan  motorik anak.

Sebaiknya sekolah memiliki tempat atau ruang khusus untuk aktivitas motorik anak. Sebaiknya anak diberikan ruang untuk melatih gerakan otot kasarnya (seluncuran, besi-besi panjatan, ayunan, arena sepeda, dll).  Peralatan bermain yang beroda sebaiknya dapat digunakan oleh anak untuk mengembangkan aspek sosialnya. Anak bisa bermain bersama, bergantian, sehingga interaksi social dapat terjalin diantara mereka.

  1. Bahan dan peralatan bermain bagi perkembangan kognitif anak.

Kemampuan kognitif yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain: Kemampuan mengenal, mengingat, berpikir konvergen, divergen, dan member penilaian. Kegiatan bermain dilakukan dengan cara mengamati dan mendengar.Bahan atau peralatan yang dibutuhkan hendaknya membantu dalm perkembangan anak dalam mengamati dan mendengarkan. Contohnya: Papan pasak kecil,menara gelang, balok ukur, dll

  1. Bahan dan peralatan bermain bagi pengembangan kreativitas anak.

Bermain dapat meningkatkan kreativitas anak. Kreativitas bagi anak-anak adalah suatu permainan. Anak-anak mampu membuat apa saja yang mengasyikan untuk menjadi permainan yang mengasyikan dirinya. Anak anak tidak terbelenggu oleh berbagai tabu, gengsi, dan aturan seperti permainan orang dewasa. Kreativitas adalah karakter standar yang dimiliki setiap orang sebagai suatu karunia Allah S W T, dan menjadikan manusia memiliki kelebihan dari mahlik Allah yang lainnya. Kreativitas harus terus distimulus agar dapat berkembang dengan baik. Permaina yang dilakukan bersama anak anak di sekolah sebaiknya perminan yang menantang kreatifitas anak secara maksimal.

  1. Bahan dan Peralatan Bermain bagi Pengembangan Bahasa Anak Usia Taman Kanak-Kanak .

Kemampuan berbahasa yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain bertujuan untuk:

  1. Menguasai bahasa reseptif (mendengar dan memahami apa yang didengar):
    1. Memahami perintah
    2. Menjawab pertanyaan
    3. Mengikuti urutan peristiwa
  2. Menguasai bahsa ekspresif yang meliputi:
    1. Menguasai kata-kata baru
    2. Menggunakan pola bicara orang dewasa
  1. Berkomunikasi secara verbal dengan orang lain: berbicara sendiri atau berbicara pada orang lain
  2. Keasyikan menggunakan bahasa
  1. Bahan dan Peralatan Bermain bagi Pengembangan Emosi Anak usia Taman Kanak-Kanak.

Hal penting dalam melakukan kegiatan untuk mengembangkan emosi diantaranya harus dapat :

  1. Meningkatkan kemampuan untuk memahami perasaan (dengan cara menyebutkan perasaan, menerima perasaan, mengekspresikan secara tepat, dan memahami perasaan orang lain
  2. Meningkatkan kemampuan berlatih membuat pertimbangan
  3. Meningkatkan kemampuan memahami perubahan
  4. Menyenangi diri sendiri

Bahan dan alat permainan yng dapat digunakan misalnya tanah liat/plastisin yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk, balok-balok mainan, memelihara hewan peliharaan, bermain drama,dan buku-buku cerita.

  1. Bahan dan peralatan bermain bagi Pengembangan Sosial Anak usia Taman Kanak-Kanak.

Kemampuan sosial yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain harus bertujuan untuk membina hubungan dengan anak lain dan belajar bertingkah laku yang dapat diterima dan sesuai dengan harapan anak lain. Moeslichatoen (2004:56) menyatakan:

 Peralatan bermain dan permainan yang dilakukan sebaiknya dapat digunakan secara bersama atau permainan dapat dilakukan bersama agara memperoleh makna, diantaranya adalah:

  1. Setiap perbuatan yang dilakukan dalam interaksi dengan anak lain itu ada dampaknya
  2. Setiap tingkah laku sosial yang positif yang dapat diterima anak lain
  3. Setiap anak akan dapat melkukan keinginannya asal dilaksanakan secara secara wajar
  4. Setiap anak dapat menuntut haknya dengan cara yang dapat diterima anak lain
  5. Setiap anak dapat mengekspresikan perasaannya bila dilaksanakan dengan cara yang dapat diterima anak lain.

Mengamati pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial yang harus dicapai anak merupakan wujud dari pengoptimalan kecerdasan personal, khususnya Kecerdasan Interpersonal. Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa bermain merupakan bagian utama dari kehidupan anak. Dengan demikian wajar bila kebijakan Pemerintan Republik Indonesia di Bidang Pendidikan Prasekolah (RA/TK) menetapkan  bermain sebagai alat belajar utama bagi anak. Dalam kebijakan tersebut secara eksplisit dinyatakan sebagai berikut:

“ Bermain adalah sifat yang melekat lansung pada kodrat anak.  Jika ada anak yang tidak mau bermain, itu menunjukan adanya suatu kelainan dalam diri anak tersebut.  …  Mengabaikan kenyataan ini, apalagi mengingkari, jelas bertentangan dengan kebutuhan perkembangan jiwa anak” (Depdikbud, 1994/1995) dalam Solehuddin (2000:87).

          Kostelnik dalam montolalu (2008:105) mengemukakan tentang karakteristik bermain pada anak sebagai berikut:, ”Play is fun, not serious, meaningful, active, voluntary, intrinsically motivated, rule governed”. Selanjutnya Bergen (1988), mengemukakan terdapat empat kategori bermain, yaitu:

  1. Bermain bebas (free play). Dalam bermain bebas, anak memilih apapun yang dimainkannnya, bagaimana bermain, dan di mana mereka bermain. Bermain seperti ini menuntut para pendidik untuk menyediakan lingkungan yang aman, menyediakan berbagai peralatan dan bahan yang mendukung
  2. Bermain terbimbing (guided play). Bermain terbimbing memiliki aturan, lebih sedikit pilihan, dan adanya pengawasan dari orang dewasa.
  3. Bermain yang diarahkan (directed play). Dalam bermain ini kegiatan bermain ditentukan oleh orang dewasa.
  4. Work disguised play. Bermain ini menggambarkan kegiatan diorientasikan pada tugas tertentu, dan orang dewasa berusaha mentransformasikannya kedalam kegiatan bermain terbimbing atau yang diarahkan.

Dalam pengimplentasiannya para pendidik  dapat mengintegrasikan pendekatan belajar melalui bermain tersebut dalam metode-metode pembelajaran lain yang  digunakan misalnya bercakap-cakap, bercerita, karyawisata, sosiodrama atau bermain peran, proyek, eksperimen, tanya jawab, demonstrasi, dan pemberian tugas.

IMPLEMENTASI KEGIATAN PEMBELAJARAN MELALUI PERMAINAN

  1. Peran Guru dalam Kegiatan Bermain 

Bermain  merupakan upaya bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran dan perasaan  serta cara anak menjelajah lingkungannya. Bermain juga membantu anak untuk menjalin hubungan soial antar anak. Ketika anak mulai masuk ke suatu lembaga pendidikan prasekolah (TK/RA), anak-anak harus mulai bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat, karena dalam beberapa hal kegiatan bermain di sekolah berbeda dengan kegiatan bermain di rumah. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Kegiatan Bermain di Sekolah Kegiatan Bermain di Rumah
Memiliki kesempatan bermain dalam kelompok yang lebih besar Kesempatan bermain dengan kelompok yang lebih kecil
Alat permainan lebih banyak dan beragam, misalnya jumalh balok lebih banyak, dll Alat permainan terbatas dan jumlahnya tidak banyak
Jenis/macam permainan lebih beragam Jenis/macam permainan lebih sedikit
Anak harus belajar belajar berbagi dengan teman-temannya Anak dapat menguasai permainannya sendiri tanpa harus berbagi dengan teman
Waktu untuk bermain terbatas karena waktu anak berada di sekolah hanya beberapa jam Waktu untuk bermain lebih bebas dan fleksibel sesuai dengan keinginan anak.
Setiap permainan memiliki kesepakatan/aturan bersama yang harus dipatuhi anak-anak Aturan permainan bebas ditentukan oleh anak sendiri

Tabel 1. Perbedaan Bermain di Sekolah dan di Rumah

Sebelum menjelaskan bagaimana guru mengelola pembelajaran melalui permainan, dibawah ini akan ditampilkan tabel Tingkat Perkembangan Bermain Sosial yang dikemukakan oleh Parten dalam Montolalu (2008:2.19) yang menjelaskan tentang 6 tahapan perkembangan bermain pada anak:

No Nama Tahapan Kegiatan Bermain
1 Unoccupied Mengamati kegiatan orang lain. Bermain dengan tubuhnya, naik turun tangga, berjalan kesana kemari tanpa tujuan bila tidak ada yang menarik perhatian dirinya.
2 Unlookers (berperilaku seperti penonton/pengamat) Mengamati, bertanya dan berbicara dengan anak lain, tetapi tidak ikut bermain. Berdiri dari kejauhan untuk melihat dan mendengarkan anak-anak lain bermain dan bercakap-cakap
3 Bermain Solitaire (bermain sendiri) Bermain sendiri dan tidak terlibat dengan anak lain. Bermain dengan mainannya sendiri merupakan tujuannya
4 Bermain Paralel Bermain berdampingan atau berdekatan dengan anak lain menggunakan alat, tatapi bermain sendiri. Tidak menggunakan alat-alat bersama, hanya berdampingan dengan anak lain, tidak berdampingan dengannya.
5 Bermain Associative Bermain dengan anak-anak lain dengan jenis permainan yang sama. Terjadi percakapan dan Tanya jawab serta saling meminjam alat permainan, tetapi tidak terlibat dalam kejasama, misalnya dalam kegiatan menggunting bentuk-bentuk gambar
6 Bermain Kooperatif (Group Play) Bermain bersama melakukan suatu proyek bersama, misalnya dalam permainan drama, permainan konstruktif membangun dengan balok sebuah kota atau melakukan permainan bersama yang ada unsure kalah-menang, bermain di bak pasir atau bermain bola kaki yang sederhana, petak umpet, dll

Tingkat Dongeng

????????????????????????????????????

Pada tingkatan ini dimulai pada anak usia 3-6 tahun. Pada anak dalam tingkatan ini konsep mengenai Tuhan lebih banyak dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Pada tingkatan ini anak menghayati konsep ketuhanan sesuai dengan tingkat perkembangan intelektualnya. Kehidupan pada masa ini masih banyak dipengaruhi kehidupan fantasi hingga dalam menanggapi agama pun anak masih menggunakan konsep fantastis yang diliputi oleh dongeng yang kurang masuk akal.

bernyanyi

index

Banyak sekali lirik lagu untuk anak-anak TK ataupun RA (Taman kanak-kanak) yang bisa kita jadikan referensi dan tentunya ada beberapa lagu konvensional yang diubah agar memiliki nilai pendidikan yang positif.
1. AMAL APA
Lagu : Sedang apa

Amal apa Amal apa yang disukai Allah
Bersholatlah, bersholatlah, tepat pada waktunya
Apa lagi, apa lagi, yang disukai Allah
Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Sholawatlah, sholawatlah pada Nabi Muhammad
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Berjuanglah, berjuanglah, berjuang di jalan Allah

2. MARI-MARILAH SHOLAT
Lagu: Naik-naik ke puncak

Sayang-sayang adikku sayang
Mari-marilah sholat
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Mari-mari, marilah sholat
Lima kali sehari
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi

3. IKRAR KITA
Lagu: Bintang Kecil

Tuhan kita, Allahu Ar Rohim
Nabi kita, Muhammad Al Amin
Kitab kita, Al Qur’anul Karim
Teman kita, sesama muslimin

4. 5. AGAMAKU ISLAM
Lagu: Topi saya bundar

Agamaku Islam, Islam agamaku
Kalau bukan Islam, bukan agamaku
Tuhan saya Allah, Allah Tuhan saya
Kalau bukan Allah, bukan Tuhan saya

Tuhan saya satu, satu Tuhan saya
Kalau tidak satu, bukan Tuhan saya

6. RUKUN ISLAM
Lagu: Balonku ada lima

Rukun Islam yang lima
Syahadat, sholat, puasa
Zakat untuk si papa
haji bagi yang kuasa
Siapa yang tak sholat ( dosa )
Siapa yang belum zakat
Kan rugi di akhirat
Allah pasti melaknat

7. ALLAH MAHA ESA
Lagu: Balonku ada lima

Allah yang Maha Esa
Pemurah dan Pencipta
Tempat hamba meminta
Memuji dan berdoa
Beriman dan berakal
Untuk bekal hidupku
Ikhtiyar dan tawakal
Itulah usahaku

8. TUHAN HANYA SATU
Lagu : Balonku ada lima

Tuhanku hanya satu
Tiada bersekutu
Dia tidak berputra
Tidak pula berbapa
Siapa bilang tiga dosa !
Itu musyrik namanya
Orang seperti dia
Nerakalah tempatnya

9. SHOLAT DAN ZAKAT
Lagu: Panjang umurnya

Sholat bersama, sholat bersama
Sholat bersama lebih mulia
Lebih mulia, lebih mulia

Membayar zakat, membayar zakat
Membayar zakat juga utama
Juga utama, juga utama

Rajin mengaji, rajin mengaji
Rajin mengaji juga mulia
Juga mulia, juga mulia

  1. MARI MENGAJI
    Nada: Naik delman

    Tiap sore hari ku rajin datang mengaji
    Dengan kawan-kawan, tuk jadi anak terpuji
    Di samping mengaji, diajar pula menyanyi
    Agar hati ini selalu dekat Illahi
    Yo kawan-kawan, marilah kita mengaji
    Yo kawan-kawan, marolah kita mengaji

 

 

  1. ALLAH MAHA ESA
    Nada: Burung kakak tua

    Allah Maha Esa, Allah Maha Kaya
    Allah Maha Sayang, Allah Maha Kuasa
    Allah Allah Allahu akbar
    Allah Allah Allahu akbar
    Allah Allah Allahu akbar
    Allah Maha Besar

    Allah Maha Besar, Allah Maha Kekal
    Allah Maha Esa, Allah yang sempurna
    Allah, Allah, Allahu akbar
    Allah, Allah, Allahu akbar
    Allah, Allah, Allahu akbar
    Allah Maha Besar

    13. MARI SHOLAT
    Nada: Gelang sipatu gelang

    Sholat, marilah sholat
    Mari sholat bersama-sama
    Barang siapa yang tidak sholat
    Yang tidak sholat mendapat siksa

    14. CARA WUDLU
    Nada: Naik-naik ke puncak

    Mari kawan kita belajar
    Cara wudlu yang benar
    Yang pertama baca basmalah
    Dua basuh telapak tangan
    Yang ketiga berkumur-kumur
    Sambil membasuh lubang hidung
    Yang keempat membasuh muka
    Lalu membasuh tangan

    Dahulukan tangan yang kanan
    Baru tangan yang kiri
    Usap kepala langsung telinga
    Cukup sekali saja
    Yang kelima membasuh kaki
    Hingga ke mata kaki
    Dahulukan kaki yang kanan
    Baru kaki yang kiri
    Jangan lupakan baca syahadat
    Agar wudlu sempurna

    15. JALAN MASUK SYURGA
    Nada: Satu-satu

    Satu-satu aku cinta Allah
    Dua-dua cinta Rasulullah
    Tiga-tiga cinta orang tua
    Satu, dua, tiga jalan masuk syurga

    16. RUKUN IMAN
    Nada: Satu-satu

    Rukun iman enam perkara
    Yang pertama iman kepada Allah
    Yang kedua Malaikat-Nya
    Yang ketiga Rasul-rasul-Nya
    Yang keempat Kitab-kitab-Nya
    Yang kelima hari Qiamat
    Yang keenam Qodho dan Qodhar
    Semua datang dari Allah 2X

    17. 25 RASUL
    Nada: Sorak-sorak bergembira

    Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh
    Ibrahim, Luth, Ismail
    Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub
    Syu’aib, Harun, Musa
    Dzulkifli, Daud, Sulaiman
    Ilyas, Ilyasa, Yunus
    Zakaria, Yahya, Isa
    Muhammad Nabi kita

    18. KITAB AL QURAN
    Nada: Layang-layang

    Ku ambil kitab Al Qur’an
    Ku baca dan kuartikan
    Ku simak dan ku renungkan dengan tenang
    Ku jadikan pedoman
    Berlatih berlatih
    Berlatih membaca Al Qur’an
    Berlatih dan ku ajak kawan-kawan
    Hati gembira dan senang

    19. MUHAMMAD RASULULLAH
    Nada: Apuse

    Muhammad Rasulullah
    Penutup Nabi dan Rasul
    Sebagai rahmat bagi alam raya
    Muhammad Rasulullah
    Pemimpin di akhir zaman
    Sholawat serta salam kami untukmu

    Ya Muhammad, Rasulullah
    Ya Muhammad, hamba Allah
    Muhammad Rasulullah
    Teladan bagi ummatnya
    Al Qur’an firman Allah pedomannya
    Muhammad Rasulullah
    Jasamu amatlah besar
    Mari kita teruskan ajarannya

    20. RUKUN ISLAM
    Nada: Siapa suka hati

    Katakan rukun Islam yang pertama ( Syahadat )
    Katakan rukun Islam yang kedua ( Sholat )
    Ketiganya puasa, keempat membayar zakat
    Kelima pergi haji naik pesawat

    21. DISINI ISLAM DISANA ISLAM
    Nada: Disini senang di sana senang

    Disini Islam disana Islam
    Dimanapun aku tetap Islam
    Sekarang Islam, besokpun Islam
    Sampai matipun aku tetap Islam
    Dimanapun tetap Islam, Islam jaya dimanapun
    Islam jaya dimanapun, Tetap Islam.

    22. I Q R O
    Nada: Disini senang di sana senang
    Disini Iqro’ disana Iqro’
    Dimana-mana bacalah Iqro’
    Di sekolah baca, di rumah baca
    Di mana-mana bacalah Iqro’

    24. SUARA ADZAN
    Nada: Kring-kring-kring ada sepeda

    Terdengar suara adzan,
    Tanda panggilan sholat
    Tundalah kegiatan,
    Marilah beribadah
    Dengar seruan qomat,
    Sholatkan dimulai
    Khusyu’ waktu ibadah
    Ikhlas di dalam hati

    25. AL QURAN
    Lagu: Soleram

    Al Qur’an, Al Qur’an
    Al Qur’an firman Tuhan
    Kitab suci menjadi pedoman kawan
    Pelajari serta diamalkan
    Kitab suci menjadi pedoman kawan
    Pelajari serta diamalkan

    26. MARI KITA SHOLAT
    Lagu: Matahari terbenam

    Ayo kawan semua, mari kita sholat
    Tinggalkan permainan, kerjakan ibadah
    Ayo … ayo…. ayo mari kita sholat
    Ayo … ayo … ayo kerjakan ibadah

 

 
27. PERGI MENGAJI
Lagu: Matahari terbenam

Menjelang sore hari, ku pergi mengaji
Kubawa Qiro’ati, dengan senang hati
Ayo…ayo… ayo kita mengaji
Ayo…ayo… ayo kita mengaji

images.jpg

Disini kita akan menemukan berbagai doa-doa yang diharapkan bisa dihafal dan diaflikasikan oleh anak-anak usia dini. Sehingga dengan begitu kemampuan keberagamaan anak dapat dikembangakan sejak dini.

Do’a Ketika Akan Tidur

 

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

 

BISMIKALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT

 

Artinya : “Ya Allah dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namaMu aku mati”

 

Do’a Ketika Bangun Tidur

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ

 

ALHAMDULILLAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSHUUR

 

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan kepadaNya kami akan kembali”

 

Doa untuk kedua orang tua

 

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ

سورة نوح : ٢٨

 

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA

 

Artinya : “Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku”

(QS.Nuh 28)

 

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِـيْراً

سورة الإسراء٢٤

 

ROBBIR_HAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

 

Artinya : “Serta kasihilah mereka berdua seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil”

(QS.Alisroq 24)

 

Doa kebaikan dunia – akhirat

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً

 

ROBBANAA AATINAA FIDDUN-YAA _HASANAH

 

Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia”

 

وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً,

WAFIL-AAKHIROTI _HASANAH

Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di akhirat”

 

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

WAQINAA ‘ADZAABANNAAR

Artinya : “Dan peliharalah kami dari siksa neraka”

 

Do’a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)

 

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

 

ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

 

Artinya : ” Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan jantan dan setan betina”

 

Do’a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى

 

ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA ‘AAFANII

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat”

 

Do’a Ketika Masuk Masjid

 

اَللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

 

ALLAHUMMAF TAHLII IBWAABA ROHMATIKA

 

Artinya : “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu”

 

Do’a Ketika Keluar Masjid

 

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

 

ALLAHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADLLIKA

 

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerah-Mu”

 

Do’a Ketika Mengenakan Pakaian

 

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ

 

ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA MIN KHAIRIHI WA KHAIRIMAA HUWA LAHU, WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWA LAHU

 

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya”

 

Do’a Ketika Melepas Pakaian

 

بِسْمِ اللهِ الَّذِى َلااِلهَ اِلاَّ هُوَ

 

BISMILLAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA

 

Artinya : “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia”

 

Do’a Ketika Bercermin

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى

 

ALHAMDULILLAH, ALLAHUMMA KAMAA HASANTA KHALQII FAHASSIN KHULUQII

 

Artinya : “Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memperindah tubuhku maka perindahkanlah pula akhlaqku”

 

Do’a Ketika Menyisir Rambut

 

اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلىَ النَّارِ

 

ALLAHUMMA HARRIM SYA’RII WA BASYARII ‘ALAN NAAR

 

Artinya : “Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka”

Do’a Sebelum Makan

 

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْـتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WA QINAA ‘ADZAABAN NAAR

Artinya : “Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api neraka”

 

Bacaan Lupa Baca Do’a Makan

 

بِسْمِ اللهِ اَوَّلُهُ وَ اخِرُهُ

 

BISMILLAHI AWWALUHU WA AAKHIRUHU

 

Artinya : “Dengan Menyebut nama Allah dari permulaan hingga penghabisannya”

 

Do’a Sesudah Makan

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

 

ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH’AMANAA WA SAQAANA WA JA’ALANA MUSLIMIIN

 

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang muslim”

 

Do’a Akan Keluar Rumah

 

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ

 

BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH

 

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah semata”

 

Do’a Akan Masuk Rumah

 

بِسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْناَ وَعَلَى رَبِّنـَا تَوَكَّلْناَ

 

BISMILLAHI WALAJNA WA BISMILLAHI KHARAJNA WA ‘ALAA RABBINA TAWAKKALNA

 

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah aku masuk rumah, dengan nama Allah pula aku keluar dan kepada Allah pula aku berserah diri”

mengembangkan agama anak usia dini

Menurut Zakiah Darajat (dalam Lilis Suryani dkk., 2008: 1.9), agama suatu keimanan yang diyakini oleh pikiran, diresapkan oleh perasaan, dan dilaksanakan dalam tindakan, perkataan, dan sikap.  Perkembangan nilai-nilai agama artinya perkembangan dalam kemampuan memahami, mempercayai, dan menjunjung tinggi kebenaran-kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta, dan berusaha menjadikan apa yang dipercayai sebagai pedoman dalam bertutur kata, bersikap dan bertingkah laku dalam berbgaia situasi